Powered By Blogger

Kamis, 27 Oktober 2011

Riwayat RM Imam Koessoepangat




Sebelum melihat jauh kedepan mengenai perkembangan Persaudaraan Setia Hati Terate sekarang ini, kita ingatkan julukan : “PENDHITA WESI KUNING”.Siapa kah Pendhita Wesi Kuning itu? Ia dikenal seorang yang berdedikasi tinggi, dalam kamus hidupnya tidak ada kata menyerah dalam menghadapi tantangan. Pola hidupnya sederhana meskipun ia sendiri dilahirkan dari keluarga yang bermartabat, penerus trah kusumah rembesing madu amaratapa wijiling handanawarih. Kiatnya “Sepiro gedhening Sengsoro Yen Tinompo Amung dadi Cobo” dan kiat itu dihayatinya dijabarkan dalam lakunya sampai akhir hayatnya.

Ia teguh dalam pendiriannya yakni mengabdi pada sesama maka orang-orangpun memberi julukan “PENDHITA WESI KUNING” (konon julukan ini mengacu pada warna wesi kuning sebagai senjata kedewataan yang melambangkan ketegaran, kesaktian, kewibawaan sekaligus keluhuran). Ketika ia di tanya, siapakah orang yang paling dicintainya di dunia ini ?. ia akan menjawab dengan tegas “IBU “. Dan ketika ia di tanya organisasi apakah yang paling ia cintai selama di dunia ini ?. maka ia pun akan mengatakan PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE.

Dua jawabpan di atas, pertanyaan yang mengacu pada kedalaman rasa itu, telah di buktikan tidak hanya ucapan belaka tetapi dengan kerja nyata. Hampir sepanjang hidupnya waktu, tenaga, pikiran dan jiwanya dipersembahkan demi baktinya kepada keduanya itu. Yakni ibu, seorang yang telah berjasa atas keberadaan di dunia ini, dan persaudaraan setia hati terate sebuah organisasi tempat is menemukan jati diri, sekaligus ajang darma baktinya dalam rangka mengabdi kepada sesama.Dialah RADEN MAS IMAM KOESOEPANGAT. Putra ketiga dari pendawa lima. Yang lahir dari garba : Raden Ayu Koesmiyatoen dengan RM AMBAR KOESSENSI. Bertepatan pada hari jum`at pahig tanggal 18 november 1938, di Madiun kakek beliau (Kanjeng Pangeran Ronggo Ario Koesnoningrat) adalah bupati Madiun VI dan neneknya (Djuwito) atau (RA Pangeran Ronggo Ario Koesnoningrat), merupakan figur yang di segani pada saat itu.

Menurut keterangan dari pihak keluarganya, trah Kanjeng Pangeran Ronggo Ario Koesodiningrat selain di kenal sebagai penerus darah biru juga dikenal sebagai bangsawan yang suka bertapa brata satu laku untuk mencari hakikat hidup dengan jalan meninggalkan larangan-larangan Tuhan Yang Maha Esa serta membentengi diri dari pengaruh keduniawian. Bakat alam yang mengalir dalam darah kakeknya ini , di kemudian hari menitis ke dalam jiwa RM IMAM KOESOEPANGAT. Dan mengantarkan menjadi seorang Pendekar yang punya Kharisma dan di segani sampai ia sendiri di juluki. “Pandhita Wesi Kuning”.

Masa Kecil

Masa kecil RM IMAM KOESOEPANGAT di lalui dengan penuh suka dan duka, ia seperti hal nya saudara-saudara kandungnya (RM Imam Koesoenarto dan RM Imam Koesenomihardjo,dan RM Koesenomihardjo kakak serta RM Imam Koeskartono dan RM Abdullah Koesnowidjodjo,adik) hidup dalam asuhan kedua orang tuanya, menempati tempat tinggal kakeknya di lingkungan kabupaten Madiun . (menurut sumber terate) semasa kecilnya, RM Imam Koesoepangat belum menunjukan kelebihan yang cukup berararti. Di sekolahnya (SD latihan duru satu : sekarang SDN indrakila Madiun) ia bukan tergolong siswa yang paling menonjol, salah satu nilai lebih yang di miliknya barangkali hanya karena keberanianya.selain ia sendiri sejak kecil sudah di kenal sebagai bocah yang jujur dan suka membela serta suka menolong teman-teman sepermainanya.

Ketika berumur 13 tahun, semasa ia haus damba kasih dari ayahanda nasib berbicara lain RM Ambar Koesensi (ayahanda tercinta) di panggil ke Hadirat Tuhan yang maha Esa, tepatnya pada tanggal 15 maret 1951 , sewaktu ia masih duduk di kelas 5 SDN. RM Imam Koesoepangat kecilpun seperti tercerabut dari dunia kana-kanaknya, sepeninggalnya orang yang di cintainya itu sempat menggetarkan jiwanya. Namun kematian tetap kematian tidak seorangpun mampu menolak kehadiranya. Begitu juga yang terjadi pada RM Ambar Koesensie.

Hari-hari berikutnya RM Imam Koeseopangat diasuh langsung oleh ibunda RA Koesmiatoen Ambar Koesmiatoen. Di waktu-waktu senggang ibunda sering kali mendongeng tentang pahlawan-pahlawan yang dikenalnya dan tidak lupa memberi petuah hidup. Berawal dari tatakrama pergaulan, tatakrama menembah (bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa) sampai merambah pada pengertian budi luhur dan mesubrata.

Masuk Persaudaraan Setia Hati Terate

Benih luhur yang di tanamkan ibundanya itu lambat laun ternyata mampu mengendap dan mengakar di dalam jiwa RM Imam Soepangat, ia lebih akrab dengan panggilan “ARIO” perhatianya terhadap nilai-nilai budi luhur kian mekar bagai bak terate di tengah telaga. Semenjak kecil sudah menyukai laku tirakat, seperti puasa dll sejalan dengan itu sikapnya mulai berubah ia mulai bisa membawa diri menempatkan perasaan serta menyadari keberadaannya. Gambaran seorang Ario kecil, sebagai bocah ingusan, sedikit demi sedikit mulai di tinggalkannya.

Rasa keingintahuan terhadap berbagai pengetahuan terutama ilmu kanuragan dan kebatinan yang menjadi idaman semenjak kecil kian hari semakin membakar semangatnya. Melecut jiwanya untuk segera menemukan jawabanya, barang kali terdorong oleh rasa keingintahuanya itulah ketika umurnya bejalan enam belas tahun RM Imam Koeseopangat mulai mewujudkan impianya. Di sela-sela kesibukanya sebagai siswa di SMP 2 Madiun, ia mulai belajar pencak silat di bawah panji-panji Persaudaraan Setia Hati terate. Kebetulan yang melatih saat itu adalah mas IRSAD (murid Ki Hadjar Hardjo Oetomo) selang lima tahun kemudian 1959 setelah tamat dari SMA Nasional Madiun ia berhasil menyelesaikan Pelajaran di Persaudaraan Setia Hati Terate dan berhak menyandang gelar pendekar tingkat satu


Sejarah PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE

Manusia dapat dihancurkan,manusia dapat dimatikan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama ia masih SETIA pada HATInya sendiri
Falsafah PSHT itu ternyata sampai sekarang masih bergaung & berhasil melambungkan PSHT sebagai sebuah organisasi yang berpangkal pada PERSAUDARAAN yang kekal & abadi


Beliau adalah Ki  Hardjo Utomo,lelaki kelahiran madiun tahun 1890.karena ketekunannya mengabdi pada gurunya yakni Ki Ngabehi Suro Diwiryo,terakhir beliaupun mendapat kasih berlebih & berhasil menguasai hampir seluruh ilmu sang guru hingga beliau berhak menyandang predikat pendekar tingkat 3 dalam tataran ilmu SETIA HATI.itu terjadi di desa Winongo saat bangsa belanda mencengkramkan kuku jajahannya di Indonesia
Sebagai seorang pendekar beliau berkeinginan luhur untuk mendarmakan ilmunya kepada orang lain.untuk kebaikan sesama.untuk keselamatan dunia.tapi jalan yang dirintis tak semulus harapannya,jalan itu berkelok penuh dengan aral rintangan,terlebih saat itu jaman penjajahan.sampai beliau harus magang menjadi guru di sekolah dasardi benteng Madiun,seusai beliau menamatkan sekolahnya.tidak betah menjadi guru beliau beralih profesi menjadi leerling reambatedi SS(PJKA/kereta api Indonesia saat ini)Bondowoso,panarukan & tapen.
Memasuki tahun 1906 terdorong oleh semangat pemberontakannya terhadap bangsa belanda,karena atasan beliau banyak yang asli belanda beliau keluar lagi & melamar jadi mantri di pasar spoor madiun.empat bulan berikutnya beliau di tempatkan di mlilir & berhasil diangkat menjadi ajund opsier pasar mlilir,dolopo,uteran & pagotan.
Tapi lagi-lagi ki hajar didera semangat pemberontakannya.menginjak tahun 1916 beliau beralih profesi lagi & bekerja di pabrik gula Rejo Agung madiun.disinipun beliau hanya betah untuk sementara waktu.tahun 1917 beliau keluar & bekerja di rumah gadai,hingga beliau bertemu dengan seorang tetua dari tuban yang kemudian memberi pekerjaan kepadanya di stasiun Madiun sebagai pekerja harian
Di tempat barunya ini beliau berhasil mendirikan perkumpulan “HARTA JAYA” semacam perkumpulan koperasi guna melindungi kaumnya dari tindasan lintah darat.tidak lama kemudian ketika VSTP(Persatuan Pegawai Kereta Api)lahir,nasib membawanya ke arah keberuntungan & beliau diangkat menjadi Hoof Komisaris Madiun.
Senada dengan kedudukan yang di sandangnya,kehidupanpun bertambah baik.waktunya tidak sesempit seperti dulu-dulu lagi,saat beliau belum mendapatkan kehidupan yang layak.dalam kesenggangan waktu yang dimiliki beliau menambah ilmunya & nyantrik pada Ki Ngabehi Suro Diwiryo.
Di tahun inilah SETIA HATI mulai disebut-sebut karena jurusnya yang terkenal bernama JOYO GENDOLO,& sering disebut JOYO GENDOLO CIPTO MULYO
Memasuki tahun 1922,jiwa pemberontakan Ki Hardjo Utomo membara lagi & beliau bergabung dengan SAREKAT ISLAM(SI),untuk bersama-sama mengusir penjajah,malah beliau sendiri sempat di tunjuk sebagai pengurus.sedangkan di waktu senggang,beliau tetap mendarmakan ilmunya & berhasil mendirikan perguruan pencak silat yang diberi nama SH PENCAK SPORT CLUB.tepatnya di desa Pilang Bangu kodya Madiun Jawa Timur,kendati tidak berjalan lama karena tercium belanda & di bubarkan
Namun demikian semangat beliau bukannya nglokro(melemah)tapi malah semakin berkobar-kobar.kebenciannya kepada negara penjajah kian hari kian bertambah.tipu muslihatpun di jalankan untuk mengelabuhi belanda,SH PENCAK SPORT CLUB yang dibubarkan belanda,diam-diam dirintis kembali dengan siasat menghilangkan kata pencak kemudian berubah menjadi SH PEMUDA SPORT CLUB.rupanya nasib baik berpihak pada beliau.muslihat yang dijalankan berhasil terbukti belanda membiarkan kegiatannya itu sampai beliau berhasil melahirkan murid pertamanya yakni Idris dari Dandang Jati Loceret Nganjuk,lalu mujini,jayapana & masih banyak lagi yang tersebar sampai kertosono,jombang,ngantang,lamongan,solo & yogyakarta
Demikianlah hingga bertambah hari,bulan & tahun,murid-murid beliaupun kian bertambah.kesempatan ini digunakan beliau untuk melawan penjajah,sayang pada tahum 1925 belanda mencium jejaknya,Ki Hardjo Utomo di tangkap lalu di masukan ke penjara madiun
Pupuskah semangat beliau?ternyata tidak.bahkan semakin menggelora,dengan diam-diam beliau membujuk rekan senasib yang di tahan di penjara untuk mengadakan pemberontakan lagi.sayangnya sebelum berhasil,belanda mencium gelagatnya.untuk tindakan pengamanan beliaupun di pindah ke penjara Cipinang & seterusnya di pindah di penjara padang panjang sumatra.beliau baru bisa menghirup udara kebebasan setelah mendekam lima tahun di penjara & kembali lagi ke kampung halamannya,yakni Pilang Bangu,Madiun
Setelah kembali ke kampung halaman beliau mengaktifkan kembali kegiatan yang sempat macet.dengan tertatih beliau terus memacu semangat & mengembangkan sayapnya.memasuki tahun 1942 bertepatan dengan datangnya jepang ke Indonesia SH PEMUDA SPORT CLUB diganti nama menjadi SH TERATE.konon nama ini di ambil setelah Ki Hardjo Utomo mempertimbangkan inisiatif dari salah seorang muridnya bernama Suratno Surengpati salah seorang tokoh Indonesia Muda
Selang enam tahun kemudian yaitu tahun 1948 SH TERATE mulai merambah ke segenap penjuru.ajaran SH TERATE pun mulai dikenal oleh masyarakat luas.& jaman kesengsaraanpun sudah berganti.proklamasi kemerdekaan RI yang dikumandangkan SUKARNO-HATTA dalam waktu singkat telah membawa perubahan besar ke dalam segala aspek kehidupan.termasuk juga di dalamnya kebebasan untuk bertindak & berpendapat.atas prakarsa Bpk Soetomo Mangkoe Djojo,Bpk Darsono,serta saudara-saudara seperguruan lainnya di adakan konferensi di Pilang Bangu(rumah alm Ki Hardjo Utomo).dari konferensi itu lahirlah ide-ide yang cukup bagus yakni SH TERATE yang semenjak berdirinya berstatus “perguruan pencak silat” di rubah menjadi organisasi “PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE”.



Sejarah SETIA HATI

Ki Ngabehi Suro Diwiyo nama kecilnya adalah Muhamad Masdan ,yang lahir pada tahun 1876 di Surabaya  putra sulung Ki Ngabehi Suro Miharjo(mantri cacar di Ngimbang kab.jombang).Ki Ngabehi Suro Miharjo adalah saudara sepupu RAA Soeronegoro(bupati kediri pada saat itu).Ki Ageng Suro Diwiryo mempunyai garis keturunan Batoro katong di Ponorogo,beliau kawin dengan ibu sarijati umur 29 tahun di surabaya dari perkawinan itu dikaruniai 3 anak laki-laki & 2 anak perempuan namun semuanya meninggal waktu masih kecil.saat usia beliau 14 tahun beliau lulus SR setara dengan SD kemudian diambil putra oleh pamannya(wedono di wonokromo)& tahun 1891 yaitu tepat usia 15 tahun beliau ikut kontrolir belanda di pekerjakan sebagai juru tulis tetapi harus magang dahulu.pada usia yg relatif muda beliau mengaji di PONPES TEBU IRENG di Jombang,& disinilah beliau belajar pencak silat,pada tahun 1892 pindah ke bandung tepatnya di Parahyangan di daerah ini beliau berkesempatan menambah kepandaian ilmu pencak silat.beliau adalah seorang yang berbakat,berkemauan keras & dapat berpikir cepat serta dapat menghimpun bermacam-macan gerak langkah permainan.
Pencak silat yang diikuti antara lain :

  • Cimande
  • Cikalong
  • Cibaduyut
  • Ciampea
  • Sumedangan
Tahun 1893 beliau pindah ke jakarta,di kota betawi ini hanya satu tahun tetapi dapat mempergunakan waktunya untuk menambah ilmu  pencak silat
Pencak silat yang diikuti antara lain :

  • Betawian
  • Kwitang
  • Monyetan
  • Permainan toya
Pada tahun 1894 beliau pindah ke bengkulu karena pada saat itu orang yan beliau ikuti(orang belanda)pindah kesana.di Bengkulu permainannya sama dengan di Jawa Barat,enam bulan kemudian pindah ke Padang.di kedua daerah ini beliau juga memperdalam pengetahuannya di bidang pencak silat.permainan yg diperolehnya antara lain :

  • Minangkabau
  • Permainan padang pariaman
  • Permainan padang sidempoan
  • Permainan padang panjang
  • Permainan padang pesur
  • Permainan padang sikante
  • Permainan padang alai
  • Permainan padang partikaian
  • Permainan orang lawah
  • Permainan lintang
  • Permainan solok
  • Permainan singkarak
  • Permainan sipei
  • Permainan paya punggung
  • Permainan katak gadang
  • Permainan air bangis
  • Permainan tariakan
Dari daerah tersebut salah satu gurunya adalah Datuk Rajo Batuah.beliau di samping mengajarkan ilmu pencak silat jg mengajarkan ilmu kerohanian ini di berikan kepada murid-murid beliau di tingkat 2.pada tahun 1898 beliau melanjutkan perantauannya ke banda aceh,di tempat ini beliau berguru pada beberapa guru pencak silat,diantaranya :

  • Tengku Ahmad mulia Ibrahim
  • I Gusti Kenongo Mangga Tengah
  • Cik Bedoyo
Dari sini diperoleh pelajaran sebagai berikut :

  • Permainan Aceh Pantai
  • Permainan Kucingan
  • Permainan Bengai Lancam
  • Permainan Simpangan
  • Permainan turutung
Pada tahun 1902 beliau kembali ke surabaya & bekerja sebagai polisi dengan pangkat mayor.tahun 1903 di daerah Tambak Gringsing untuk pertama kali beliau mendirikan perkumpulan mula-mula di beri nama SEDULUR TUNGGAL KECER LANGEN MARDI HARDJO & pemainan pencak silatnya bernama JOYO GENDOLO.pada tahun 1917 nama tersebut berubah & berdirilah pencak silat PERSAUDARAAN SETIA HATI(SH) yang berpusat di madiun,tujuan perkumpulan tersebut diantaranya agar para anggota(warga) mempunyai rasa persaudaran & kepribadian Nasional yang kuat krena pada saat Indonesia sedang di jajah oleh bangsa belanda.Ki Ngabehi Suro diwiryo wafat pada hari jumat legi tanggal 10 November 1944 dan di makamkan di desa winongo Madiun dalam usia 68 tahun.SH PANTI adalah sebutan bagi PERSAUDARAAN SETIA HATI yang berada di Panti(rumah kediaman ki Ngabehi Suro Diwiryo pendiri SH)Jl.Gajah Mada No.14 selatan rel KA sebelah utara kantor Kecamatan Mangunharjo Kota Madiun.di Panti inilah seluruh saudara SH melaksanakan kegiatan ke-SH-an sesuai pesan Ki Ngabehi Suro Diwiryo sebelum meninggal dunia.sehingga seluruh ritual pengeceran saudara baru tingkat 1(este trap),tingkat 2(tweede trap) dan tingkat 3(derde trap)selalu diadakan di Panti,termasuk kegiatan suran(bukan suran agung)jg dilaksanakan di panti.
& marilah kita berdoa supaya arwah saudara tertua kita diterima di sisi Tuhan yg Maha Esa.
JURUS SETIA HATI  :

  1. BETAWEN I
  2. BETAWEN II
  3. CIMANDE I
  4. CIMANDE II
  5. CIKALONG (SLEWAH)
  6. CIAMPEA I (BESUTAN)
  7. CIAMPEA II (KRAWILAN)
  8. TANAH BARU I
  9. TANAH BARU II
  10. PERMAINAN MONYETAN
  11. CIMANDE III (KLETAN)
  12. CIMANDE IV
  13. CIMANDE V
  14. CIBEDUYUT (TOYA)
  15. PADANG PANJANG I
  16. PADANG PANJANG II
  17. CIPETIR
  18. PADANG SIRANTI
  19. SUMEDANGAN I
  20. SUMEDANGAN II
  21. LINTAU
  22. CIMANDE VI
  23. ALANG LAWAS I
  24. ALANG LAWAS II
  25. MINANG KABAU I (KUCINGAN)
  26. SOLOK MINANG
  27. CIBEDUYUT
  28. CIMANDE VII
  29. TERLAKAN MONYETAN TUKANG
  30. PADANG ALAI I
  31. PADANG ALAI II
  32. FORD DE KOCK
  33. PADANG ALAI III
  34. PADANG ALAI IV
  35. KUDA BATAK
  36. SIPAI MINANG III(BLIRIK)


TAHUN-TAHUN PENTING DALAM SEJARAH SETIA HATI


  • 1.       1903 = Ki Ngabehi Suro Diwiryo mendirikan SEDULUR TUNGGAL KECER LANGEN MARDI HARJO di desa Tambak Gringsing,Gresik,Surabaya
  • 2.       1905 = KI Ngabehi Suro Diwiryo mengalahkan RM Suro Apuk dalam pertarungan
  • 3.       1908 = untuk kedua kalinya RM Suro Apuk dikalahkan kemudian RM Suro apuk masuk menjadi saudara STK
  • 4.       1915 = Ki Ngabehi Suro Diwiryo pindah ke Madiun
  • 5.       1917 = Ki Ngabehi Suro Diwiryo mengubah nama STK menjadi PERSAUDARAAN SETIA HATI & sejak saat itu nama STK dilarang digunakan lagi.di saat itu jg Bpk Hardjo Utomo masuk & dikecer sebagai saudara SH
  • 6.       1920 = Bpk Munandar Harjowiyoto masuk & di kecer sebagai saudara SH
  • 7.       1922 = Bpk Hardjo Utomo masuk SAREKAT ISLAM di tahun ini juga terjadi perbedaan pendapat antara  Bpk Hardjo Utomo & Eyang Suro,lalu Bpk Hardjo Utomo minta izin untuk mendirikan SH di Pilang Bango
  • 8.       1925 = Bpk Hardjo Utomo di tangkap belanda
  • 9.       1932 = 50 kadang SETIA HATI mendeklarasikan SH yg berorganisasidi Semarang
  • 10.   1939 = Kang Jasman mendirikan ESHA di Singapore(Temasek)
  • 11.   1942 = atas usul Bpk Suratno Soreng Pati nama PSC di rubah menjadi SH TERATE
  • 12.   1944 = Ki Ngabehi Suro Diwiryo wafat
  • 13.   1948 = pengorganisasian PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE
  • 14.   1952 = Bpk Hardjo Utomo wafat
  • 15.   1953 = Akta Notaris  PERSAUDARAAN SETIA HATI(SH PANTI)
  • 16.   1960 = Raden Djimat Hendro Suwarno masuk & di kecer menjadi saudara SH
  • 17.   1963 = RM Imam Koessoepangat mengalahkan Syeh Wulan dalam tanding bebas di alon-alon  Madiun
  • 18.   1965 = RDH Suwarno mulai melatih pemuda di Sumur Bor
  • 19.   1966 = PERSAUDARAAN SETIA HATI TUNAS MUDA resmi berdiri &tercatat di Akta notaris
  • 20.   1972 = PERSAUDARAAN SETIA HATI ORGANISASI di rubah menjadi PSH
  • 21.   1979 = Bpk Munandar Harjowiyoto wafat
  • 22.   1987 = Persaudaraan terkoyak karena karnaval bulan Agustus
  • 23.   1988 = RM Imam Koesoepangat wafat
  • 24.   1995 = Persaudaraan terkoyak di gorang-gareng Magetan
  • 25.   2003 = 100 tahun PERSAUDARAAN SETIA HATI
  • 26.   2008 = RDH Suwarno wafat